TENTANG PT.
ANGKASA PURA II
TEORI ORGANISASI
Disusun Oleh :
Nama : RIVANDI
Stambuk : B1B1 13 157
Kelas : C
UNIVERSITAS
HALU OLEO
FAKULTAS
EKONOMI
JURUSAN
MANAJEMEN
KENDARI
2014
![]() |
Visi dan Misi Perusahaan
Visi
Menjadi pengelola bandar udara kelas
dunia yang terkemuka dan profesional.
Untuk mewujudkan visi tersebut,
Angkasa Pura II bertekad melakukan transformasi secara menyeluruh dan bertahap
selama lima tahun pertama
Misi
- Mengelola jasa bandar udara kelas dunia dengan mengutamakan tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
- Mengembangkan SDM dan budaya Perusahaan yang berkinerja tinggi dengan menerapkan sistem manajemen kelas dunia
- Mengoptimalkan strategi pertumbuhan bisnis secara menguntungkan untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya
- Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha dan mitra kerja serta mengembangkan secara sinergis dalam pengelolaan jasa bandar udara
- Memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan
Nilai-Nilai Perusahaan
Angkasa Pura II memiliki nilai-nilai perusahaan yakni

Arti Logo
·
Identitas baru PT Angkasa Pura II
juga dilengkapi dengan beberapa filosofi warna, yaitu Biru, Merah, Kuning, dan
Hijau,
·
Biru adalah warna yang melambangkan
pergerakan sektor logistik yang terus tumbuh berkembang pesat.
·
Merah melambangkan tindakan yang
berlandaskan semangat kerja dan komitmen PT Angkasa Pura II dalam menyediakan
pelayanan berkualitas internasional dengan mengutamakan kenyamanan dan
keselamatan pelanggan.
·
Sementara itu, Kuning melambangkan
kemakmuran sebagai buah keberhasilan yang akan didapat dari kerja keras PT
Angkasa Pura II untuk para pemengang saham, manajemen, karyawan, dan Indonesia.
·
Adapun Hijau melambangkan arah
kepemimpinan yang tegas, berintegritas, dan terarah menuju pertumbuhan
perusahaan yang sehat.
Dewan
Direksi Perusahaan
![]() |
Tri S. Sunoko
Direktur Utama/President Director
Warga Negara Indonesia, umur
60 tahun. Menjabat sebagai Direktur Utama sejak September 2012. Menyandang
gelar Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas Trisakti tahun 1983 dan
Sarjana S2 bidang Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia tahun 2002.
Mengikuti berbagai pendidikan singkat antara lain Airport Engineer Course di
Liege, Belgia; Port Management di Den Haag, Belanda; dan Airport Strategic
Planning di MIT, Boston, Amerika Serikat. Sebelumnya menjabat di berbagai
posisi pada Kementerian Perhubungan sebagai Staf Biro Umum Tahun (1985-1986),
Staf Biro Perencanaan Tahun (1986-1989), Kasubag Evaluasi III Tahun
(1989-1994), Kasubag Program III Tahun (1990-1994), Kabag KTBLN Tahun
(1994-2001), Kabag Evaluasi dan Pelaporan (2002), Athub KBRI Den Haag Tahun
(2002-2004), Athub KBRI Washington (2004-2007), Direktur Angkutan Udara
(2007-2010).
Dewan
Komisaris Perusahaan
M. Iksan Tatang
Komisaris Utama/President Commissioner
Warga
Negara Indonesia, umur 60 tahun. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar
Sarjana Teknik/Insinyur tahun 1977. Pernah menjabat sebagai Kasi Landasan
Kanwil Ditjen Perhubungan Udara tahun (1984-1986), Kasi Konstruksi Ditjen
Perhubungan Udara tahun (1986-1987), Kepala Bandar Udara Tabing Padang (1989-1990),
Kepala Bidang Perhubungan Kanwil XIV Departemen Perhubungan Bali (1990-1994),
Kepala Bandara Hang Nadim Batam (1994-1998), Direktur Keselamatan Penerbangan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (1998-2002), Direktur Teknik Bandara
Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (2002-2005), Direktur Jenderal
Perhubungan Udara (2005-2007), menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian
Perhubungan (2007- 2009) selanjutnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal
Kementerian Perhubungan (2009-2012). Diangkat menjadi Komisaris Angkasa Pura II
sejak Tahun 2007. Menjabat sebagai Komisaris Utama sejak September 2012.
Struktur Organisasi Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan
Komitmen
penerapan GCG merupakan hal yang mutlak bagi Angkasa Pura II. Hal tersebut
dilakukan melalui penguatan infrastruktur yang dimiliki dan secara
berkesinambungan meningkatkan sistem dan prosedur untuk mendukung efektivitas
pelaksanaan GCG di Angkasa Pura II.
Untuk
mewujudkan perusahaan yang tumbuh berkembang dan berdaya saing tinggi, Angkasa
Pura II telah mengembangkan struktur dan sistem tata kelola perusahaan (Good
Corporate Governance) dengan memperhatikan prinsip-prinsip GCG sesuai ketentuan
dan peraturan serta best practise yang berlaku. Pelaksanaan GCG merupakan tindak
lanjut Keputusan Menteri BUMN No. 117/M-MBU/2002 tanggal 31 Juli 2002 yang
kemudian diperbarui dengan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER 01/MBU/2011
tanggal 01 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola yang Baik pada BUMN, yang
menyebutkan bahwa “BUMN wajib melaksanakan operasional perusahaan dengan
berpegang pada prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntanbilitas,
responsibilitas, independensi dan kewajaran”.
Semangat
yang terkandung dalam penerapan GCG di Angkasa Pura II adalah niat dan tekad
manajemen Angkasa Pura II untuk menjadikan Angkasa Pura II sebuah perusahaan
yang terus tumbuh dan berkembang dengan kualitas Produk dan Proses Kerja yang
baik, serta memiliki Code of Conduct, termasuk tanggung jawab terhadap
lingkungannya.
Tujuan
Penerapan GCG di Angkasa Pura II adalah sebagai berikut:
Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Organ Perseroan (Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi), karyawan, pelanggan, mitra kerja, serta masyarakat dan lingkungan berjalan secara baik dan kepentingan semua pihak terpenuhi.
- Mendorong dan mendukung pengembangan Angkasa Pura II.
- Mengelola sumber daya secara lebih amanah.
- Mengelola risiko secara lebih baik.
- Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders.
- Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Angkasa Pura II.
- Memperbaiki budaya kerja Angkasa Pura II.
- Meningkatkan citra Angkasa Pura II (image) menjadi semakin baik.
Untuk mewujudkan hal tersebut,
Angkasa Pura II memiliki komitmen penuh dan secara konsisten menegakkan
penerapan GCG dengan mengacu kepada beberapa aturan formal yang menjadi
landasan bagi Angkasa Pura II dalam penerapan GCG yaitu:
- Undang Undang No. 19 tahun 2003 tentang BUMN(Pasal 5 ayat 3).
- Peraturan Menteri Negara Badan Usaha No. PER- 01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara dan perubahannya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-09/MBU/2012 tanggal 06 Juli 2012.
- Keputusan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara No. SK-16/S.MBU/2012 tanggal 06 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara.
- Undang Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas yang diperbaharui oleh Undang Undang No. 40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007.
- Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor: KEP.448/UM.004/X/AP II–2007 dan Nomor: KEP.02.03.01/00/10/2007 461 tentang Pedoman Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) di Lingkungan PT Angkasa Pura II (Persero).
Prinsip-prinsip GCG sesuai dengan
PER-01/MBU/2011 tanggal 01 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola
Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara,
meliputi:
- Transparansi (transparency), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan;
- Akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif;
- Pertanggungjawaban (responsibility), yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
- Kemandirian (independency), yaitu keadaan di mana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
- Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak Pemangku Kepentingan(stakeholders) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.
Filosofi CSR
Angkasa
Pura II memiliki komitmen kuat untuk senantiasa memberikan manfaat kepada para
pemangku kepentingan secara luas. Filosofi ini dianut agar dalam setiap
kegiatan pembangunan yang dilakukan senantiasa dapat memberikan nilai tambah
bagi para pemangku kepentingan. Dalam perjalanannya, kepedulian ini telah ada sejak
awal pendirian, dan semakin diperkuat dengan terbitnya UU No. 40/2007 tentang
Perseroan Terbatas terbit dan konsep Corporate Social Responsibility (CSR)
dikenal.
Angkasa
Pura II menyadari bahwa kegiatan operasional yang dijalankannya dapat
memberikan dampak bagi masyarakat di sekitar lokasi bandara, baik dampak
ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kegiatan CSR yang dilaksanakan Angkasa Pura II
mencerminkan tanggung jawab moralnya terhadap para pemangku kepentingan, yang
akan tetap dijunjung dengan atau tanpa adanya aturan hukum.
Secara
keseluruhan, kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilaksanakan
sepanjang tahun 2012, mencakup program pelestarian lingkungan hidup, program di
bidang ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, program pengembangan
sosial dan kemasyarakatan dan program yang terkait dengan tanggung jawab kepada
konsumen.
Linkungan hidup
A.
Ketenagakerjaan
1. Kebijakan
Strategi pengelolaan SDM kami
menekankan pada :
- Customer Centric Organization
Membentuk organisasi yang berkinerja tinggi dan responsif
dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
- High Performing Culture
Mengembangkan budaya organisasi berkinerja tinggi yang
efisien dan dinamis dalam mewujudkan visi dan misi Angkasa Pura II
- Accountable and Reliable People
Mengembangkan personil yang bertanggung jawab dan dapat
diandalkan dalam memberikan pelayanan kebandarudaraan yang berkualitas tinggi.
- Nourishing Policy (Meritocracy Policy)
Menerapkan kebijakan pengelolaan SDM berdasarkan kinerja
karyawan
- Global Standard
Menerapkan standar kerja perusahaan dan pelayanan bandara
kelas dunia untuk mencapai kinerja perusahaan/ bandara yang superior
- Excellent System
Menerapkan Sistem manajemen SDM yang efektif dan efisien
dalam mengelola dan mengoptimalkan kinerja SDM
Kami
juga berupaya menekankan penerapan nilai-nilai Angkasa Pura II melalui
implementasi Pedoman Perilaku Etika yang menjadi panduan pola perilaku bagi
selurun Insan Angkasa Pura II.
Undang-undang
No.13 Tahun 2003 tentang tentang Ketenagakerjaan menjadi acuan seluruh
kebijakan ketenagakerjaan di Angkasa Pura II untuk memastikan kepatuhan
terhadap Perundang-undangan yang berlaku dan meminimalkan terjadinya
pelanggaran terhadap hak asasi manusia dalam hubungan kerja.
a.
Pengelolaan Hubungan Pegawai dengan Manajemen
Hubungan
antara pegawai dengan manajemen telah terbina dengan baik dengan adanya jaminan
kebebasan berserikat. Angkasa Pura II memiliki Serikat Pekerja Angkasa Pura II
(Sekarpura II) atau disingkat SEKARPURA yang beranggotakan sekitar 82% pegawai.
SEKARPURA merupakan organisasi yang berhak mewakili pegawai dalam berhubungan
dengan manajemen dan telah terlibat secara aktif dalam perundingan Perjanjian
Kerja Bersama (PKB) dengan manajemen. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB
Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.03.15/01/2012 dan 001/PKS.DPP-SP II/I/2012.
b.
Rekrutmen SDM
Rekrutmen
SDM Angkasa Pura II dilakukan melalui rekrutmen internal dan eksternal.
Rekrutmen internal dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah
dimiliki. Rekrutmen eksternal difokuskan pada perekrutan pegawai berpendidikan
yang lebih tinggi dan pegawai dengan kompetensi yang belum dimiliki Angkasa
Pura II.
c.
Pengembangan Kompetensi
Penguatan
kompetensi SDM dilakukan dengan pelatihan dan pendidikan yang bersifat perubahan
kompetensi dan pengembangan kompetensi, baik yang terkait langsung maupun tidak
langsung terhadap strategi bisnis dan operasional. Pelatihan untuk perubahan
kompetensi bertujuan untuk menyiapkan kompetensi pegawai agar mampu menyikapi
perubahan. Sementara itu, pelatihan untuk pengembangan kompetensi bertujuan
untuk menyiapkan pegawai dengan kompetensi tertentu guna mendukung portofolio
bisnis Angkasa Pura II.
Selain
itu, Angkasa Pura II juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan dan
pelatihan kompetensi bagi pegawainya yang saat ini dikelola melalui Unit
Pendidikan dan Pelatihan.
d.
Remunerasi Pegawai
Angkasa
Pura II berupaya memberikan paket remunerasi yang kompetitif bagi karyawan yang
terdiri dari gaji dasar, insentif prestasi, berbagai tunjangan dan fasilitas
e.
Pelayanan Kesehatan
Angkasa Pura II menyediakan layanan kesehatan yang dikelola
secara swakelola oleh unit yang membidangi yaitu Pelayanan Administrasi dan
Umum bagi karyawan beserta keluarga inti yang menjadi tanggungannya yang diharapkan
berdampak pada perbaikan produktivitas Angkasa Pura II.
f.
Program Pensiun
g.
Penghargaan Pegawai
Secara
rutin, Angkasa Pura II memberikan apresiasi kepada pegawai dan unit yang
berprestasi dalam mendukung pencapaian target bisnis perusahaan. Pemberian
penghargaan ini untuk memotivasi pegawai agar memberikan kontribusi yang lebih
baik di periode mendatang.
h.
Tingkat perpindahan (turnover) pegawai
Tingkat perpindahan karyawan yang keluar dari perusahaan
dengan berbagai sebab antara lain Pensiun Normal, Pensiun Sakit, Pensiun
Meninggal Dunia, dan Pensiun Mengundurkan Diri/Atas Permintaan Sendiri.
i.
Kesetaraan gender dan kesempatan kerja
Angkasa Pura II tidak memiliki kebijakan internal terkait
ketenagakerjaan yang membedakan penerapannya berdasarkan gender. Seluruh
peraturan yang berlaku diterapkan secara konsisten dan setara kepada seluruh
pegawai tanpa membedakan gender. Demikian pula dengan kesempatan kerja yang
ditawarkan berlaku bagi seluruh pegawai.
2. Jenis Program
Selama tahun 2012, Angkasa Pura II
telah melaksanakan kegiatan di bidang ketenagakerjaan, antara lain:
- Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) telah disepakati dan disetujui oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.33/PHIJSK-PKKAD/PKB/II/2012 tanggal 29 Februari 2012.
- Jumlah pegawai baru yang direkrut selama tahun 2012 adalah 472 orang.
- Pengembangan kompetensi pegawai. Selama tahun 2012, sebanyak 4.210 pegawai (manprogram) telah mengikuti pengembangan kompetensi baik di dalam maupun di luar negeri:
- Remunerasi yang diberikan kepada pegawai telah disesuaikan dengan indeks inflasi dan prestasi pegawai.
- Berbagai penghargaan telah dianugerahkan kepada pegawai berprestasi baik dari internal maupun dari pihak eksternal serta penghargaan yang diserahkan untuk unit-unit berprestasi, dengan rincian sebagai berikut:
- Pegawai Terbaik
- Penghargaan Jasa
- Berhasil mencegah atau menyelamatkan terjadinya musibah yang dapat menimbulkan kerugian sarana dan prasarana perusahaan
- Menunjukan suatu tindakan yang positif sehingga dapat menghindarkan kecelakaan/bahaya yang lebih besar yang mengakibatkan seseorang menjadi cacat, tewas atau hilang
- Melaksanakan tugas yang mengakibatkan dirinya cacat, tewas atau hilang
- Mempunyai jasa lain yang cukup menonjolkan yang secara umum dinilai layak diberikan penghargaan
- Tingkat perpindahan (turnover) pegawai selama tahun 2012 adalah sebanyak 339 orang.
- Selama tahun 2012, jumlah karyawan beserta keluarga inti yang menjadi peserta layanan kesehatan Angkasa Pura II mencapai 10.961 orang.
3. Dampak Keuangan dari Kegiatan
Berikut adalah dampak keuangan dari
beberapa program ketenagakerjaan yang dimiliki Angkasa Pura II:
- Biaya yang dikeluarkan untuk program rekrutmen adalah sebesar Rp1.767.924.000,00
- Program pengembangan kompetensi: Pelatihan dan pendidikan selama tahun 2012, Angkasa Pura II mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.358.638,000,- dan terserap anggaran sebesar Rp27.714.985.354,- atau rata-rata sebesar Rp6.583.131,- per karyawan yang mengikuti program tersebut;
- Kontribusi Perusahaan untuk pelayanan kesehatan karyawan dan keluarga selama tahun 2012 adalah masing-masing sebesar Rp31,5 miliar untuk biaya pengobatan dan Rp13,5 miliar untuk biaya obatobatan.
- Biaya yang dikeluarkan untuk penyerahan penghargaan adalah sebesar Rp724.083.356,-.
B.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (“K3”)
1. Kebijakan
Sejak
10 Mei 2002 (SK Pedoman Pelaksanaan K3 Angkasa Pura II), pengelolaan K3
difokuskan untuk mencapai tingkat kecelakaan nihil atau zero accident. Program
ini diselenggarakan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan aturan K3 Dinas
Tenaga Kerja setempat serta dievaluasi dan dinilai setiap tahun. Komitmen
Angkasa Pura II untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja
diwujudkan dalam kebijakan Perusahaan yang diatur dalam Keputusan Direksi
No.KEP.088/KP.204/APII-2002.
2. Jenis Program
Berbagai
kegiatan yang dilakukan terkait dengan program K3 selama tahun 2012 antara lain
adalah dengan melakukan pelatihan terkait dengan kesehatan dan keselamatan
kerja. Pelatihan yang dilakukan meliputi P2K3 dan SMK3.
3. Dampak Keuangan dari Kegiatan
Biaya yang dikeluarkan untuk
kegiatan yang berhubungan dengan K3 pada tahun 2012 adalah sebesar
Rp191.285.079,-
A. Kebijakan
Program
Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan agar
menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi
peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II.
Program
Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di
sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II melalui pemanfaatan dana dari bagian
laba Perusahaan dan bersifat hibah. Program ini ditujukan untuk memberikan
bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II.
Tujuan
pelaksanaan program adalah membangun hubungan harmonis dengan masyarakat,
sekaligus memberi kontribusi nyata untuk lingkungan masyarakat yang sejahtera.
Pelaksanaan program mengacu pada Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor :
PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan.
B. Jenis Program
1. Program Kemitraan
Sasaran
dari pelaksanaan program ini adalah para pelaku UKM. Adapun sektor kegiatan
usaha mereka meliputi industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan,
perikanan, jasa dan sektor lainnya. Program pelatihan, promosi/pameran dan
pemberian pinjaman bergulir diberikan berdasarkan spesifikasi yang dibutuhkan
dan disesuaikan dengan perkembangan dan potensi setempat pada kedelapan sektor tersebut.
Pada
tahun 2012, Angkasa Pura II telah menyelenggarakan pelatihan yang berlangsung
di seluruh Indonesia yang diikuti calon mitra binaan maupun mitra binaan dan
telah menyelenggarakan promosi/pameran dalam bentuk mengikut sertakan dalam
acara-acara pameran yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri.
Selain itu juga, telah disalurkan pinjaman bergulir untuk para pelaku UKM yang
menjadi mitra binaan sebesar Rp67.742.500.000,00 dengan jumlah mitra binaan
sebanyak 6.468 unit usaha.
Kami
menindaklanjuti penyaluran pinjaman bergulir dengan melakukan pemantauan
(monitoring) atas penggunaan, pengelolaan maupun tingkat pengembaliannya agar
seluruh mitra binaan agar berusaha dengan sungguh-sungguh dan mengembalikan
dana pinjaman tepat waktu. Beberapa contoh kegiatan pelatihan yang
diselenggarakan tahun 2012 adalah:
1.
Pelatihan Mitra Binaan dengan tema
“Meningkatkan Kinerja Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Kantor Cabang Bandara
Husein Sastranegara tanggal 28-29 Juni 2012 yang diikuti oleh 34 Mitra Binaan
dari Kantor Cabang Husein Sastranegara.
2.
Pelatihan Mitra Binaan dengan tema
“Bagaimana Menjadi Pengusaha Yang Sukses Dunia Akhirat “dikantor Cabang Bandara
Internasional Minangkabau tanggal 05 Juli 2012 yang diikuti oleh 52 Mitra
Binaan dari Kantor Cabang Internasional Minangkabau.
3.
Pelatihan Mitra Binaan dengan tema
“Menjadi Pengusaha Sukses Dunia & Akhirat” di Kantor Cabang Bandara Sultan
Mahmud Badaruddin II tanggal 22 September 2012 yang diikuti oleh 58 Mitra
Binaan dari Kantor Cabang Sultan Mahmud Badaruddin II.
4.
Pelatihan ESQ Basic Training BUMN di
Jakarta International EXPO Kemayoran tanggal 11 Oktober 2012 yang diikuti oleh
93 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta dan Kantor Cabang Halim
Perdanakusuma.
5.
Pelatihan Mitra Binaan dengan tema
“Melalui Nilai-nilai Pribadi Luhur Agar Sukses Dunia Akhirat” di Hotel Serena
Bandung tanggal 22-23 Oktober 2012 yang diikuti oleh 30 Mitra Binaan dari
Kantor Cabang Husein Sastranegara.
6.
Pelatihan Mitra Binaan dengan tema
“Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengusaha Kecil Sukses Mitra Binaan Angkasa Pura
II” di Hotel Novotel tanggal 23 Oktober 2012 diikuti oleh 65 Mitra Binaan dari
Kantor Cabang Depati Amir.
7.
Pelatihan Mitra Binaan Program
Kemitraan Tahun 2012 di Hotel Aston Tanjungpinang tanggal 5 November 2012 yg
diikuti oleh 34 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Raja Haji Fisabilillah.
8.
Pelatihan Mitra Binaan dengan tema
“Diklat Manajemen Usaha Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Wisma Hijrah Aceh
tanggal 07-08 November 2012 diikuti oleh 50 Mitra Binaan dari Kantor Cabang
Sultan Iskandar Muda.
9.
Pelatihan Mitra Binaan dengan tema
“Pelatihan Manajemen Usaha Kecil” di Aula BKKBN Pontianak tanggal 27 Desember
2012 yang diikuti oleh 20 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Supadio.
10. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pelatihan Mitra Binaan
Tahun 2012 PT Angkasa Pura II” di Kampus LPP Perkebunan Medan tanggal 19-20
Desember 2012 yang diikuti oleh 25 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Polonia.
11. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pengembangan Spirit
Wirausaha” di Hotel Dyan Graha Pekanbaru tanggal 26-27 Desember 2012 yang
diikuti oleh 50 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Sultan Syarif Kasim II.
12. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “ Pelatihan Administrasi
Dasar dan Motivasi Mitra Binaan” di Hotel Grand Pasifik Bandung tanggal 20-21
Desember 2012 yang diikuti oleh Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein
Satranegara.
Beberapa contoh kegiatan
promosi/pameran yang diselenggarakan tahun 2012 adalah:
1.
Pameran INACRAFT yang
diselenggarakan dari tanggal 25-29 April 2012 bertempat di JCC yang diikuti
oleh 8 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Halim Perdanakusuma Jakarta, Kantor
Cabang Husein Sastranegara Bandung, Kantor Cabang Polonia Medan, Kantor Cabang
Supadio Pontianak, Kantor Cabang Sultan Thaha Jambi, Kantor Cabang Sultan
Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
2.
Pameran Indonesia Fashion &
Craft yang diselenggarakan dari tanggal 08-12 Agustus 2012 bertempat di JCC
yang diikuti oleh 10 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta,
Kantor Cabang Halim Perdanakusuma, dan Kantor Cabang Husein Sastranegara.
3.
Pameran Bandung Air Show 2012 yang
diselenggarakan dari tanggal 27-30 September 2012 bertempat di Bandara Husein
Sastranegara yang diikuti oleh 4 Mitra.
4.
Pameran Index Dubai yang
diselenggarakan dari tanggal 24-27 September 2012 bertempat di Dubai Uni Emirat
Arab yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno- Hatta.
5.
Pameran Banten Expo yang
diselenggarakan dari tanggal 25-30 September 2012 bertempat Serang yang diikuti
oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
6.
Pameran Gebyar Potensi Unggulan dan
Wisata Banten yang diselenggarakan dari tanggal 11-14 Oktober 2012 bertempat di
Summarecon Mall Serpong yang diikuti oleh 2 Mitra Binaan dari Kantor Cabang
Utama Soekarno-Hatta.
7.
Pameran Expo Pangan Kuliner
Nusantara yang diselenggarakan dari tanggal 27 s.d 30 November 2012 bertempat
di Hotel Tiara Convention Medan yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor
Cabang Polonia.
8.
Pameran Intrade Malaysia yang
diselenggarakan dari tanggal 27-29 November 2012 bertempat di Menara MATRADE
Kuala Lumpur Malaysia yang diikuti oleh 2 Mitra Binaan dari Kantor Cabang
Husein Sastranegara dan Kantor Cabang Halim Perdanakusuma.
2. Program Bina Lingkungan
Program Bina Lingkungan adalah
program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi
Angkasa Pura II melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perusahaan dan
bersifat hibah.
Cakupan kegiatan Program Bina
Lingkungan meliputi pemberian bantuan untuk Bencana Alam, Pendidikan dan/atau Pelatihan,
Peningkatan Kesehatan, Sarana dan Prasarana Umum, Sarana Ibadah serta
Pelestarian Alam.
Disamping program-program tersebut
terdapat program bantuan yang pelaksanaannya didasarkan pada intruksi
Kementrian BUMN yang dinamakan BUMN Peduli. Bantuan Bina Lingkungan telah
memberikan kontibusi besar bagi peningkatan kehidupan masyarakat serta kemajuan
dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, keagamaan, prasarana umum,
pelestarian alam dan bantuan bencana alam.
Berdasarkan Surat Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara Nomor: S-790/MBU/2009 Tanggal 19 Oktober 2009, Angkasa
Pura II ditugaskan melaksanakan Program BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan. Dana
Program BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan disalurkan kepada 27 Perguruan Tinggi
Negeri secara bertahap.
Pada tahun 2012 Dana Program Bina
Lingkungan yang telah disalurkan sebesar Rp8.027.778.989,- untuk BUMN Peduli
telah disalurkan sebesar Rp23.829.431.066,00 dan untuk BUMN Peduli Beasiswa
telah sebesar Rp54.252.812.440,00
A. Kebijakan
Sebagai wujud tanggung jawab penerapan GCG kepada pelanggan
dan masyarakat dan sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan yang
terbaik, nyaman, produk berkualitas dan harga yang bersaing, kami terus menjaga
komunikasi dengan para pelanggan. Kami menyadari komunikasi yang lancar dan
proaktif berperan penting bagi kelangsungan bisnis Angkasa Pura II di samping
memastikan kualitas yang sesuai dengan standar.
B. Jenis Program
Secara umum terdapat 5 (lima)
kelompok Pelanggan bandara terdiri dari 5 kelompok yaitu penumpang pesawat
udara, air crew, station manager, operator kargo, dan konsesioner. Beberapa
cara telah kami lakukan dan terus kami sempurnakan di tahun 2012, terkait
dengan hubungan kepada konsumen sebagai berikut:
1.
Penyediaan fasilitas informasi bagi
para penumpang di setiap terminal bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II;
2.
Pembuatan forum bersama Kargo yang
dilaksanakan pada 31 Oktober–2 November 2012 di Bali. Forum ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi eksisting dari segi proses bisnis di lapangan, kinerja
keuangan dan produksi, struktur organisasi Unit Bisnis Kargo, implementasi SOP
kargo, sarana dan prasarana, serta permasalahan yang ada pada Unit Bisnis Kargo
di masing-masing Kantor cabang Angkasa Pura II;
3.
Pelaksanaan gathering bersama dengan
perusahaan maskapai untuk mempererat hubungan Angkasa Pura II dengan perusahaan
maskapai;
4.
Pelaksanaan coffee morning dengan
para operator sebagai media pertukaran informasi dan penyampaian keluhan
sebagai bahan evaluasi;
5.
Pembentukan Forum ATC dan Pilot
untuk mempererat komunikasi petugas ATC dengan pilot.
C. Biaya yang dikeluarkan
Pada tahun 2012, Angkasa Pura II
mengeluarkan biaya total sebesar Rp250.000.000,- untuk seluruh program terkait
tanggung jawab sosial terhadap konsumen.
DON'T FORGET COMMENT :) !!!
DON'T FORGET COMMENT :) !!!









BalasHapusSaya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut