Kamis, 22 Mei 2014

Rivandi _ struktur organisasi dan strategi PT Angkasa Pura II



TENTANG  PT. ANGKASA PURA II

TEORI ORGANISASI

PT. Angkasa Pura II


 




Disusun Oleh :


Nama                :        RIVANDI
Stambuk           :        B1B1 13 157
Kelas                 :        C

UNIVERSITAS HALU OLEO
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
KENDARI
2014



 




      Visi dan Misi Perusahaan

Visi
Menjadi pengelola bandar udara kelas dunia yang terkemuka dan profesional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Angkasa Pura II bertekad melakukan transformasi secara menyeluruh dan bertahap selama lima tahun pertama
http://www.angkasapura2.co.id/assets/img/vision/2016.pnghttp://www.angkasapura2.co.id/assets/img/vision/2015.pnghttp://www.angkasapura2.co.id/assets/img/vision/2014.pnghttp://www.angkasapura2.co.id/assets/img/vision/2012.pnghttp://www.angkasapura2.co.id/assets/img/vision/2013.png




Misi
  • Mengelola jasa bandar udara kelas dunia dengan mengutamakan tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
  • Mengembangkan SDM dan budaya Perusahaan yang berkinerja tinggi dengan menerapkan sistem manajemen kelas dunia
  • Mengoptimalkan strategi pertumbuhan bisnis secara menguntungkan untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya
  • Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha dan mitra kerja serta mengembangkan secara sinergis dalam pengelolaan jasa bandar udara
  • Memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan
Nilai-Nilai Perusahaan
Angkasa Pura II memiliki nilai-nilai perusahaan yakni
http://www.angkasapura2.co.id/assets/img/vision/the-best.jpg
Arti Logo
·         Identitas baru PT Angkasa Pura II juga dilengkapi dengan beberapa filosofi warna, yaitu Biru, Merah, Kuning, dan Hijau,
·         Biru adalah warna yang melambangkan pergerakan sektor logistik yang terus tumbuh berkembang pesat.
·         Merah melambangkan tindakan yang berlandaskan semangat kerja dan komitmen PT Angkasa Pura II dalam menyediakan pelayanan berkualitas internasional dengan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pelanggan.
·         Sementara itu, Kuning melambangkan kemakmuran sebagai buah keberhasilan yang akan didapat dari kerja keras PT Angkasa Pura II untuk para pemengang saham, manajemen, karyawan, dan Indonesia.
·         Adapun Hijau melambangkan arah kepemimpinan yang tegas, berintegritas, dan terarah menuju pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Dewan Direksi Perusahaan

 













 






                                                                                       Tri S. Sunoko

Direktur Utama/President Director

Warga Negara Indonesia, umur 60 tahun. Menjabat sebagai Direktur Utama sejak September 2012. Menyandang gelar Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas Trisakti tahun 1983 dan Sarjana S2 bidang Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia tahun 2002. Mengikuti berbagai pendidikan singkat antara lain Airport Engineer Course di Liege, Belgia; Port Management di Den Haag, Belanda; dan Airport Strategic Planning di MIT, Boston, Amerika Serikat. Sebelumnya menjabat di berbagai posisi pada Kementerian Perhubungan sebagai Staf Biro Umum Tahun (1985-1986), Staf Biro Perencanaan Tahun (1986-1989), Kasubag Evaluasi III Tahun (1989-1994), Kasubag Program III Tahun (1990-1994), Kabag KTBLN Tahun (1994-2001), Kabag Evaluasi dan Pelaporan (2002), Athub KBRI Den Haag Tahun (2002-2004), Athub KBRI Washington (2004-2007), Direktur Angkutan Udara (2007-2010).

Dewan Komisaris Perusahaan










                                                                            

 

 

 

 

 

 


M. Iksan Tatang

Komisaris Utama/President Commissioner

Warga Negara Indonesia, umur 60 tahun. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Teknik/Insinyur tahun 1977. Pernah menjabat sebagai Kasi Landasan Kanwil Ditjen Perhubungan Udara tahun (1984-1986), Kasi Konstruksi Ditjen Perhubungan Udara tahun (1986-1987), Kepala Bandar Udara Tabing Padang (1989-1990), Kepala Bidang Perhubungan Kanwil XIV Departemen Perhubungan Bali (1990-1994), Kepala Bandara Hang Nadim Batam (1994-1998), Direktur Keselamatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (1998-2002), Direktur Teknik Bandara Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (2002-2005), Direktur Jenderal Perhubungan Udara (2005-2007), menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan (2007- 2009) selanjutnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (2009-2012). Diangkat menjadi Komisaris Angkasa Pura II sejak Tahun 2007. Menjabat sebagai Komisaris Utama sejak September 2012.
                      











Struktur Organisasi Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan

Komitmen penerapan GCG merupakan hal yang mutlak bagi Angkasa Pura II. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur yang dimiliki dan secara berkesinambungan meningkatkan sistem dan prosedur untuk mendukung efektivitas pelaksanaan GCG di Angkasa Pura II.
Untuk mewujudkan perusahaan yang tumbuh berkembang dan berdaya saing tinggi, Angkasa Pura II telah mengembangkan struktur dan sistem tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) dengan memperhatikan prinsip-prinsip GCG sesuai ketentuan dan peraturan serta best practise yang berlaku. Pelaksanaan GCG merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri BUMN No. 117/M-MBU/2002 tanggal 31 Juli 2002 yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER 01/MBU/2011 tanggal 01 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola yang Baik pada BUMN, yang menyebutkan bahwa “BUMN wajib melaksanakan operasional perusahaan dengan berpegang pada prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntanbilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran”.
Semangat yang terkandung dalam penerapan GCG di Angkasa Pura II adalah niat dan tekad manajemen Angkasa Pura II untuk menjadikan Angkasa Pura II sebuah perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang dengan kualitas Produk dan Proses Kerja yang baik, serta memiliki Code of Conduct, termasuk tanggung jawab terhadap lingkungannya.
Tujuan Penerapan GCG di Angkasa Pura II adalah sebagai berikut:

Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Organ Perseroan (Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi), karyawan, pelanggan, mitra kerja, serta masyarakat dan lingkungan berjalan secara baik dan kepentingan semua pihak terpenuhi.

  1. Mendorong dan mendukung pengembangan Angkasa Pura II.
  2. Mengelola sumber daya secara lebih amanah.
  3. Mengelola risiko secara lebih baik.
  4. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders.
  5. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Angkasa Pura II.
  6. Memperbaiki budaya kerja Angkasa Pura II.
  7. Meningkatkan citra Angkasa Pura II (image) menjadi semakin baik.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Angkasa Pura II memiliki komitmen penuh dan secara konsisten menegakkan penerapan GCG dengan mengacu kepada beberapa aturan formal yang menjadi landasan bagi Angkasa Pura II dalam penerapan GCG yaitu:
  1. Undang Undang No. 19 tahun 2003 tentang BUMN(Pasal 5 ayat 3).
  2. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha No. PER- 01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara dan perubahannya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-09/MBU/2012 tanggal 06 Juli 2012.
  3. Keputusan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara No. SK-16/S.MBU/2012 tanggal 06 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara.
  4. Undang Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas yang diperbaharui oleh Undang Undang No. 40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007.
  5. Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor: KEP.448/UM.004/X/AP II–2007 dan Nomor: KEP.02.03.01/00/10/2007 461 tentang Pedoman Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) di Lingkungan PT Angkasa Pura II (Persero).
Prinsip-prinsip GCG sesuai dengan PER-01/MBU/2011 tanggal 01 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara, meliputi:
  1. Transparansi (transparency), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan;
  2. Akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif;
  3. Pertanggungjawaban (responsibility), yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
  4. Kemandirian (independency), yaitu keadaan di mana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat;
  5. Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak Pemangku Kepentingan(stakeholders) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.
Filosofi CSR
Angkasa Pura II memiliki komitmen kuat untuk senantiasa memberikan manfaat kepada para pemangku kepentingan secara luas. Filosofi ini dianut agar dalam setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan senantiasa dapat memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Dalam perjalanannya, kepedulian ini telah ada sejak awal pendirian, dan semakin diperkuat dengan terbitnya UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas terbit dan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dikenal.
Angkasa Pura II menyadari bahwa kegiatan operasional yang dijalankannya dapat memberikan dampak bagi masyarakat di sekitar lokasi bandara, baik dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kegiatan CSR yang dilaksanakan Angkasa Pura II mencerminkan tanggung jawab moralnya terhadap para pemangku kepentingan, yang akan tetap dijunjung dengan atau tanpa adanya aturan hukum.
Secara keseluruhan, kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2012, mencakup program pelestarian lingkungan hidup, program di bidang ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, program pengembangan sosial dan kemasyarakatan dan program yang terkait dengan tanggung jawab kepada konsumen.

 

Linkungan hidup


A. Ketenagakerjaan
1. Kebijakan
Strategi pengelolaan SDM kami menekankan pada :
  1. Customer Centric Organization
Membentuk organisasi yang berkinerja tinggi dan responsif dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
  1. High Performing Culture
Mengembangkan budaya organisasi berkinerja tinggi yang efisien dan dinamis dalam mewujudkan visi dan misi Angkasa Pura II
  1. Accountable and Reliable People
Mengembangkan personil yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan kebandarudaraan yang berkualitas tinggi.
  1. Nourishing Policy (Meritocracy Policy)
Menerapkan kebijakan pengelolaan SDM berdasarkan kinerja karyawan
  1. Global Standard
Menerapkan standar kerja perusahaan dan pelayanan bandara kelas dunia untuk mencapai kinerja perusahaan/ bandara yang superior
  1. Excellent System
Menerapkan Sistem manajemen SDM yang efektif dan efisien dalam mengelola dan mengoptimalkan kinerja SDM
Kami juga berupaya menekankan penerapan nilai-nilai Angkasa Pura II melalui implementasi Pedoman Perilaku Etika yang menjadi panduan pola perilaku bagi selurun Insan Angkasa Pura II.
Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang tentang Ketenagakerjaan menjadi acuan seluruh kebijakan ketenagakerjaan di Angkasa Pura II untuk memastikan kepatuhan terhadap Perundang-undangan yang berlaku dan meminimalkan terjadinya pelanggaran terhadap hak asasi manusia dalam hubungan kerja.
a. Pengelolaan Hubungan Pegawai dengan Manajemen
Hubungan antara pegawai dengan manajemen telah terbina dengan baik dengan adanya jaminan kebebasan berserikat. Angkasa Pura II memiliki Serikat Pekerja Angkasa Pura II (Sekarpura II) atau disingkat SEKARPURA yang beranggotakan sekitar 82% pegawai. SEKARPURA merupakan organisasi yang berhak mewakili pegawai dalam berhubungan dengan manajemen dan telah terlibat secara aktif dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan manajemen. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.03.15/01/2012 dan 001/PKS.DPP-SP II/I/2012.
b. Rekrutmen SDM
Rekrutmen SDM Angkasa Pura II dilakukan melalui rekrutmen internal dan eksternal. Rekrutmen internal dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah dimiliki. Rekrutmen eksternal difokuskan pada perekrutan pegawai berpendidikan yang lebih tinggi dan pegawai dengan kompetensi yang belum dimiliki Angkasa Pura II.
c. Pengembangan Kompetensi
Penguatan kompetensi SDM dilakukan dengan pelatihan dan pendidikan yang bersifat perubahan kompetensi dan pengembangan kompetensi, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung terhadap strategi bisnis dan operasional. Pelatihan untuk perubahan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan kompetensi pegawai agar mampu menyikapi perubahan. Sementara itu, pelatihan untuk pengembangan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan pegawai dengan kompetensi tertentu guna mendukung portofolio bisnis Angkasa Pura II.
Selain itu, Angkasa Pura II juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan dan pelatihan kompetensi bagi pegawainya yang saat ini dikelola melalui Unit Pendidikan dan Pelatihan.
d. Remunerasi Pegawai
Angkasa Pura II berupaya memberikan paket remunerasi yang kompetitif bagi karyawan yang terdiri dari gaji dasar, insentif prestasi, berbagai tunjangan dan fasilitas
e. Pelayanan Kesehatan
Angkasa Pura II menyediakan layanan kesehatan yang dikelola secara swakelola oleh unit yang membidangi yaitu Pelayanan Administrasi dan Umum bagi karyawan beserta keluarga inti yang menjadi tanggungannya yang diharapkan berdampak pada perbaikan produktivitas Angkasa Pura II.
f. Program Pensiun
g. Penghargaan Pegawai
Secara rutin, Angkasa Pura II memberikan apresiasi kepada pegawai dan unit yang berprestasi dalam mendukung pencapaian target bisnis perusahaan. Pemberian penghargaan ini untuk memotivasi pegawai agar memberikan kontribusi yang lebih baik di periode mendatang.
h. Tingkat perpindahan (turnover) pegawai
Tingkat perpindahan karyawan yang keluar dari perusahaan dengan berbagai sebab antara lain Pensiun Normal, Pensiun Sakit, Pensiun Meninggal Dunia, dan Pensiun Mengundurkan Diri/Atas Permintaan Sendiri.
i. Kesetaraan gender dan kesempatan kerja
Angkasa Pura II tidak memiliki kebijakan internal terkait ketenagakerjaan yang membedakan penerapannya berdasarkan gender. Seluruh peraturan yang berlaku diterapkan secara konsisten dan setara kepada seluruh pegawai tanpa membedakan gender. Demikian pula dengan kesempatan kerja yang ditawarkan berlaku bagi seluruh pegawai.
2. Jenis Program
Selama tahun 2012, Angkasa Pura II telah melaksanakan kegiatan di bidang ketenagakerjaan, antara lain:
  1. Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) telah disepakati dan disetujui oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.33/PHIJSK-PKKAD/PKB/II/2012 tanggal 29 Februari 2012.
  2. Jumlah pegawai baru yang direkrut selama tahun 2012 adalah 472 orang.
  3. Pengembangan kompetensi pegawai. Selama tahun 2012, sebanyak 4.210 pegawai (manprogram) telah mengikuti pengembangan kompetensi baik di dalam maupun di luar negeri:
  4. Remunerasi yang diberikan kepada pegawai telah disesuaikan dengan indeks inflasi dan prestasi pegawai.
  5. Berbagai penghargaan telah dianugerahkan kepada pegawai berprestasi baik dari internal maupun dari pihak eksternal serta penghargaan yang diserahkan untuk unit-unit berprestasi, dengan rincian sebagai berikut:
    • Pegawai Terbaik
    • Penghargaan Jasa
      1. Berhasil mencegah atau menyelamatkan terjadinya musibah yang dapat menimbulkan kerugian sarana dan prasarana perusahaan
      2. Menunjukan suatu tindakan yang positif sehingga dapat menghindarkan kecelakaan/bahaya yang lebih besar yang mengakibatkan seseorang menjadi cacat, tewas atau hilang
      3. Melaksanakan tugas yang mengakibatkan dirinya cacat, tewas atau hilang
      4. Mempunyai jasa lain yang cukup menonjolkan yang secara umum dinilai layak diberikan penghargaan
  6. Tingkat perpindahan (turnover) pegawai selama tahun 2012 adalah sebanyak 339 orang.
  7. Selama tahun 2012, jumlah karyawan beserta keluarga inti yang menjadi peserta layanan kesehatan Angkasa Pura II mencapai 10.961 orang.
3. Dampak Keuangan dari Kegiatan
Berikut adalah dampak keuangan dari beberapa program ketenagakerjaan yang dimiliki Angkasa Pura II:
  1. Biaya yang dikeluarkan untuk program rekrutmen adalah sebesar Rp1.767.924.000,00
  2. Program pengembangan kompetensi: Pelatihan dan pendidikan selama tahun 2012, Angkasa Pura II mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.358.638,000,- dan terserap anggaran sebesar Rp27.714.985.354,- atau rata-rata sebesar Rp6.583.131,- per karyawan yang mengikuti program tersebut;
  3. Kontribusi Perusahaan untuk pelayanan kesehatan karyawan dan keluarga selama tahun 2012 adalah masing-masing sebesar Rp31,5 miliar untuk biaya pengobatan dan Rp13,5 miliar untuk biaya obatobatan.
  4. Biaya yang dikeluarkan untuk penyerahan penghargaan adalah sebesar Rp724.083.356,-.
B. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (“K3”)
1. Kebijakan
Sejak 10 Mei 2002 (SK Pedoman Pelaksanaan K3 Angkasa Pura II), pengelolaan K3 difokuskan untuk mencapai tingkat kecelakaan nihil atau zero accident. Program ini diselenggarakan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan aturan K3 Dinas Tenaga Kerja setempat serta dievaluasi dan dinilai setiap tahun. Komitmen Angkasa Pura II untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja diwujudkan dalam kebijakan Perusahaan yang diatur dalam Keputusan Direksi No.KEP.088/KP.204/APII-2002.
2. Jenis Program
Berbagai kegiatan yang dilakukan terkait dengan program K3 selama tahun 2012 antara lain adalah dengan melakukan pelatihan terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Pelatihan yang dilakukan meliputi P2K3 dan SMK3.
3. Dampak Keuangan dari Kegiatan
Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang berhubungan dengan K3 pada tahun 2012 adalah sebesar Rp191.285.079,-
A. Kebijakan
Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II.
Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perusahaan dan bersifat hibah. Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II.
Tujuan pelaksanaan program adalah membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi nyata untuk lingkungan masyarakat yang sejahtera. Pelaksanaan program mengacu pada Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.
B. Jenis Program
1. Program Kemitraan
Sasaran dari pelaksanaan program ini adalah para pelaku UKM. Adapun sektor kegiatan usaha mereka meliputi industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa dan sektor lainnya. Program pelatihan, promosi/pameran dan pemberian pinjaman bergulir diberikan berdasarkan spesifikasi yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan perkembangan dan potensi setempat pada kedelapan sektor tersebut.
Pada tahun 2012, Angkasa Pura II telah menyelenggarakan pelatihan yang berlangsung di seluruh Indonesia yang diikuti calon mitra binaan maupun mitra binaan dan telah menyelenggarakan promosi/pameran dalam bentuk mengikut sertakan dalam acara-acara pameran yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu juga, telah disalurkan pinjaman bergulir untuk para pelaku UKM yang menjadi mitra binaan sebesar Rp67.742.500.000,00 dengan jumlah mitra binaan sebanyak 6.468 unit usaha.
Kami menindaklanjuti penyaluran pinjaman bergulir dengan melakukan pemantauan (monitoring) atas penggunaan, pengelolaan maupun tingkat pengembaliannya agar seluruh mitra binaan agar berusaha dengan sungguh-sungguh dan mengembalikan dana pinjaman tepat waktu. Beberapa contoh kegiatan pelatihan yang diselenggarakan tahun 2012 adalah:
1.      Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Meningkatkan Kinerja Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara tanggal 28-29 Juni 2012 yang diikuti oleh 34 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Sastranegara.
2.      Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Bagaimana Menjadi Pengusaha Yang Sukses Dunia Akhirat “dikantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau tanggal 05 Juli 2012 yang diikuti oleh 52 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Internasional Minangkabau.
3.      Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Menjadi Pengusaha Sukses Dunia & Akhirat” di Kantor Cabang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II tanggal 22 September 2012 yang diikuti oleh 58 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Sultan Mahmud Badaruddin II.
4.      Pelatihan ESQ Basic Training BUMN di Jakarta International EXPO Kemayoran tanggal 11 Oktober 2012 yang diikuti oleh 93 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta dan Kantor Cabang Halim Perdanakusuma.
5.      Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Melalui Nilai-nilai Pribadi Luhur Agar Sukses Dunia Akhirat” di Hotel Serena Bandung tanggal 22-23 Oktober 2012 yang diikuti oleh 30 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Sastranegara.
6.      Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengusaha Kecil Sukses Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Hotel Novotel tanggal 23 Oktober 2012 diikuti oleh 65 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Depati Amir.
7.      Pelatihan Mitra Binaan Program Kemitraan Tahun 2012 di Hotel Aston Tanjungpinang tanggal 5 November 2012 yg diikuti oleh 34 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Raja Haji Fisabilillah.
8.      Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Diklat Manajemen Usaha Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Wisma Hijrah Aceh tanggal 07-08 November 2012 diikuti oleh 50 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Sultan Iskandar Muda.
9.      Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pelatihan Manajemen Usaha Kecil” di Aula BKKBN Pontianak tanggal 27 Desember 2012 yang diikuti oleh 20 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Supadio.
10.  Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pelatihan Mitra Binaan Tahun 2012 PT Angkasa Pura II” di Kampus LPP Perkebunan Medan tanggal 19-20 Desember 2012 yang diikuti oleh 25 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Polonia.
11.  Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pengembangan Spirit Wirausaha” di Hotel Dyan Graha Pekanbaru tanggal 26-27 Desember 2012 yang diikuti oleh 50 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Sultan Syarif Kasim II.
12.  Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “ Pelatihan Administrasi Dasar dan Motivasi Mitra Binaan” di Hotel Grand Pasifik Bandung tanggal 20-21 Desember 2012 yang diikuti oleh Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Satranegara.
Beberapa contoh kegiatan promosi/pameran yang diselenggarakan tahun 2012 adalah:
1.      Pameran INACRAFT yang diselenggarakan dari tanggal 25-29 April 2012 bertempat di JCC yang diikuti oleh 8 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Halim Perdanakusuma Jakarta, Kantor Cabang Husein Sastranegara Bandung, Kantor Cabang Polonia Medan, Kantor Cabang Supadio Pontianak, Kantor Cabang Sultan Thaha Jambi, Kantor Cabang Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
2.      Pameran Indonesia Fashion & Craft yang diselenggarakan dari tanggal 08-12 Agustus 2012 bertempat di JCC yang diikuti oleh 10 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta, Kantor Cabang Halim Perdanakusuma, dan Kantor Cabang Husein Sastranegara.
3.      Pameran Bandung Air Show 2012 yang diselenggarakan dari tanggal 27-30 September 2012 bertempat di Bandara Husein Sastranegara yang diikuti oleh 4 Mitra.
4.      Pameran Index Dubai yang diselenggarakan dari tanggal 24-27 September 2012 bertempat di Dubai Uni Emirat Arab yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno- Hatta.
5.      Pameran Banten Expo yang diselenggarakan dari tanggal 25-30 September 2012 bertempat Serang yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
6.      Pameran Gebyar Potensi Unggulan dan Wisata Banten yang diselenggarakan dari tanggal 11-14 Oktober 2012 bertempat di Summarecon Mall Serpong yang diikuti oleh 2 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
7.      Pameran Expo Pangan Kuliner Nusantara yang diselenggarakan dari tanggal 27 s.d 30 November 2012 bertempat di Hotel Tiara Convention Medan yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Polonia.
8.      Pameran Intrade Malaysia yang diselenggarakan dari tanggal 27-29 November 2012 bertempat di Menara MATRADE Kuala Lumpur Malaysia yang diikuti oleh 2 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Sastranegara dan Kantor Cabang Halim Perdanakusuma.
2. Program Bina Lingkungan
Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perusahaan dan bersifat hibah.
Cakupan kegiatan Program Bina Lingkungan meliputi pemberian bantuan untuk Bencana Alam, Pendidikan dan/atau Pelatihan, Peningkatan Kesehatan, Sarana dan Prasarana Umum, Sarana Ibadah serta Pelestarian Alam.
Disamping program-program tersebut terdapat program bantuan yang pelaksanaannya didasarkan pada intruksi Kementrian BUMN yang dinamakan BUMN Peduli. Bantuan Bina Lingkungan telah memberikan kontibusi besar bagi peningkatan kehidupan masyarakat serta kemajuan dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, keagamaan, prasarana umum, pelestarian alam dan bantuan bencana alam.
Berdasarkan Surat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: S-790/MBU/2009 Tanggal 19 Oktober 2009, Angkasa Pura II ditugaskan melaksanakan Program BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan. Dana Program BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan disalurkan kepada 27 Perguruan Tinggi Negeri secara bertahap.
Pada tahun 2012 Dana Program Bina Lingkungan yang telah disalurkan sebesar Rp8.027.778.989,- untuk BUMN Peduli telah disalurkan sebesar Rp23.829.431.066,00 dan untuk BUMN Peduli Beasiswa telah sebesar Rp54.252.812.440,00
A. Kebijakan
Sebagai wujud tanggung jawab penerapan GCG kepada pelanggan dan masyarakat dan sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan yang terbaik, nyaman, produk berkualitas dan harga yang bersaing, kami terus menjaga komunikasi dengan para pelanggan. Kami menyadari komunikasi yang lancar dan proaktif berperan penting bagi kelangsungan bisnis Angkasa Pura II di samping memastikan kualitas yang sesuai dengan standar.
B. Jenis Program
Secara umum terdapat 5 (lima) kelompok Pelanggan bandara terdiri dari 5 kelompok yaitu penumpang pesawat udara, air crew, station manager, operator kargo, dan konsesioner. Beberapa cara telah kami lakukan dan terus kami sempurnakan di tahun 2012, terkait dengan hubungan kepada konsumen sebagai berikut:
1.      Penyediaan fasilitas informasi bagi para penumpang di setiap terminal bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II;
2.      Pembuatan forum bersama Kargo yang dilaksanakan pada 31 Oktober–2 November 2012 di Bali. Forum ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting dari segi proses bisnis di lapangan, kinerja keuangan dan produksi, struktur organisasi Unit Bisnis Kargo, implementasi SOP kargo, sarana dan prasarana, serta permasalahan yang ada pada Unit Bisnis Kargo di masing-masing Kantor cabang Angkasa Pura II;
3.      Pelaksanaan gathering bersama dengan perusahaan maskapai untuk mempererat hubungan Angkasa Pura II dengan perusahaan maskapai;
4.      Pelaksanaan coffee morning dengan para operator sebagai media pertukaran informasi dan penyampaian keluhan sebagai bahan evaluasi;
5.      Pembentukan Forum ATC dan Pilot untuk mempererat komunikasi petugas ATC dengan pilot.
C. Biaya yang dikeluarkan
Pada tahun 2012, Angkasa Pura II mengeluarkan biaya total sebesar Rp250.000.000,- untuk seluruh program terkait tanggung jawab sosial terhadap konsumen.


DON'T FORGET COMMENT :) !!!

 

 

 

 

 

 

 

1 komentar:


  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus